Teori Darwin Mutlak Keliru

Teori Darwin mutlak keliru

 

Beratus tahun kita dicekoki dengan Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Beratus tahun manusia memperdebatkan teori darwin ini. Penganut darwinisme tentu sepakat bahwa manusia berasal dari kera.

Berbeda dengan kaum muslimin yang yang tidak sependapat dengan teori darwin. Kaum muslimin lebih meyakini kitab sucinya yang menyatakan bahwa manusia yang pertama diciptakan oleh Allah S.W.T. adalah Adam alaihissalam. Kemudian diciptakan Hawa yang diciptakan dari Adam. Ini yang kemudian diyakini oleh sebagian besar umat manusia bahwa tulang rusuk laki-laki berbeda jumlahnya antara rusuk kiri dan rusuk kanan.

Ilmu pengetahuan modern dan fakta tidak membenarkan masalah jumlah tulang rusuk laki-laki yang berbeda ini. Tulang rusuk laki-laki jumlahnya sama, ada 12 pasang. Silakan cek. Ini bukan hal yang sulit apalagi ilmu pengetahuan dan teknologi sudah sangat maju. Informasi di internet menyatakan seperti itu. Kalau masih tidak yakin, silakan datang ke bagian radiologi di rumah sakit, minta ronsen dada para lelaki.

Lah, kok ngelantur jadi masalah tulang rusuk?

Baiklah, kita kembali ke laptop. Teori yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera mutlak keliru. Yang benar adalah kera berasal dari manusia. Kera berasal dari manusia? Ya, kera berasal dari manusia. Ada anak yang degil, lalu orang tuanya menghardiknya, “Dasat monyet, lu!” Nah hardikan itu menunjukkan bahwa manusia berasal dari kera.

“Ah, Willy bercanda!”

Baiklah, sekarang kita serius. Yang meyakini dan punya, silakan buka Al-Quran surat Al-Baqarah, surat kedua, ayat 63 sampai ayat 66. Kalau tidak punya, silakan googling saja. Lebih mudah. Berikut ini terjemahnya:

Sapi Betina (Al-Baqarah):63 – Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa”.

Sapi Betina (Al-Baqarah):64 – Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.

Sapi Betina (Al-Baqarah):65 – Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.

Sapi Betina (Al-Baqarah):66 – Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Silakan pusatkan perhatikan pada kutipan terjemah Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 65 di atas, …, lalu kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Memang sebagian besar ahli tafsir menafsirkan mereka, kaum Yahudi yang mengingkari perjanjian itu, betul-betul berubah menjadi kera, hanya saja tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

Apakah para kera itu kemudian mati atau kembali jadi manusia? Saya belum menemukan jawabannya. Hanya saja ayat 66 surat Al-Baqarah menyatakan bahw, “Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”. Jadi pelajaran bagi orang yang bertakwa.

Silakan didiskusikan, mana yang benar, manusia berasal dari kera, atau kera berasal dari manusia?

 

Iklan

29 Mei 2017 at 07.19 Tinggalkan komentar

Sampah

 

Aluh Emok, seperti biasa setiap pagi setelah memasak membuang sampah rumah tangga ke lubang tempat sampah di belakang rumahnya. Enah mengapa, Aluh Emok yang biasanya ceria, kali ini tampak murung. Mulut seksinya jadi monyong.

Anang Cempreng yang melihat Aluh Emok seperti itu, langsung saja menegurnya, “Luh, kenapa mulutmu monyong begitu?”

“Ah, Abang ini. Lihat tuh, sampah segitu banyak gak bisa dibakar, gak bisa lapuk pula.”

“Memangnya, sampahnya apa sih?”

“Lihat aja sendiri. Memangnya aku tukang sensus sampah?” jawab Aluh Emok sambil masih memonyongkan mulutnya. Tumpukan sampah itu memang luar biasa. Sampah organiknya sih sudah tampak membusuk. Yang memenuhi tempat sampah dan tidak mau membusuk adalah sampah pakaian bekas, popok bayi sekali pakai, dan botol plastik bekas minuman, serta berbagai benda kaca.

(lebih…)

9 April 2016 at 01.18 Tinggalkan komentar

Catatan Seorang Guru Menuju Istana Kepresidenan

Menghadiri acara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Kepresidenan, bisa jadi itu adalah impian banyak orang Indonesia. Tidak sedikit di antara warga negara ini yang menyempatkan diri untuk menyaksikan peringatan Detik-Detik Proklamasi itu melalui siaran televisi. Namun kesempatan untuk bisa mengikutinya secara langsung adalah hal yang langka. Jangankan bagi warga negara yang tinggal jauh dari ibu kota, bagi warga negara yang tinggal di ibu kota saja, menghadiri peringatan setahun sekali itu sangat kecil kemungkinannya.

Bersyukurlah bagi para teladan, warga negara yang terpilih menjadi teladan di tingkat nasional yang berkesempatan untuk bisa mengikuti acara yang dilaksanakan setahun sekali itu. Begitu pula yang dialami oleh penulis setelah setahun lebih bergelut dengan berbagai dokumen dan prestasi mulai dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten, hingga tingkat provinsi hingga akhirnya mewakili guru SMP dari provinsi Kalimantan Tengah untuk ikut beradu prestasi di tingkat nasional. (lebih…)

14 Maret 2016 at 21.01 Tinggalkan komentar

Pendidikan di Tengah Bencana Asap

Sudah beberapa bulan ini sebagian wilayah Indonesia mengalami kekeringan dan bencana asap akibat kebakaran lahan atau hutan. Meski hingga saat ini pemerintah belum atau tidak menyatakannya sebagai bencana, sebagai korban akibat asap kebakaran hutan atau lahan tentu tidak salah jika kebakaran itu adalah bencana karena begitu masifnya kebakaran dan usaha pemadaman yang terkesan sia-sia.

Bencana asap, tentu saja merugikan banyak pihak, di samping tentu saja ada yang merasa diuntungkan. Pihak yang diuntungkan, tentu saja yang berkait dengan pemilikan lahan baik itu perorangan maupun korporasi. Di samping itu itu, banyak pula pihak yang dirugikan dengan terjadinya bencana asap ini. Transportasi udara tentu adalah pihak yang paling dirugikan secara korporasi karena banyak penerbanganyang tidak bisa dilakukan. Penumpang juga tentu dirugikan dengan pembatalan penerbangan ataupun penundaan penerbangan. Kerugian dari sisi ekonomi tentu tak terhitung pula jumlahnya. (lebih…)

14 Maret 2016 at 21.00 Tinggalkan komentar

Program Induksi dan Harapan Guru Baru

Setiap tahun, hampir dapat dipastikan, pemerintah selalu mengangkat guru-guru baru untuk mengisi kekurangan tenaga guru di sekolah-sekolah pemerintah maupun sekolah-sekolah swasta. Begitu pula tahun 2015 ini, akan terdapat penerimaan pegawai guru yang ditambah dengan prediksi akan terjadi pensiun besar-besaran setelah pengangkatan guru inpres yang akan segera memasuki masa pensiun.

Bagi para calon guru, kepala sekolah, dan lembaga pendidikaan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sehubungan dengan hal itu. Salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah program induksi guru pemula yang selanjutnya disebut PIGP atau program induksi. Ketika seorang calon guru melapor ke sekolah atau madraah, maka yang bersangkutan harus menanyakan pelaksanaan program induksi ini kepada kepala sekolah atau madrasah agar proses pengangkatannya menjadi PNS atau guru tetap yayasan tidak mengalami hambatan.  (lebih…)

14 Maret 2016 at 20.59 Tinggalkan komentar

Sulit mengingat Nama Orang

Beratus-ratus siswa saya setiap tahun melalui kehidupan saya. Dari jumlah itu, yang masih bisa diingat hingga beberapa tahun kemudian tidak pernah lebih dari lima persen. Selebihnya segera lupa setelah mereka lulus.
Ada artikel pengalaman sejenis di sini: http://rahard.wordpress.com/2006/08/03/kesulitan-menghafal-nama-orang/

25 Juli 2014 at 19.40 1 komentar

Kurikulum 2013: Pelaksanaan dan Tantangan

Dalam dua tahun terakhir ini, dunia pendidikan diramaikan dengan berbagai perbincangan mengenai Kurikulum 2013. Kurikulum ini diharapkan dapat mengatasi rendahnya mutu pendidikan di Indonesia setelah melihat hasil PISA dan TIMMS.

Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, menurut pihak Kemendiknas, disebabkan oleh banyak hal, dan satu hal yang paling mudah dan cepat untuk dilaksanakan perbaikannya adalah perubahan kurikulum.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dilaksanakan sejak tahun 2004 sebenarnya sudah merupakan kurikulum yang baik karena menekankan pada peningkatan kompetensi siswa dan tuntutan akan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang ideal. Kurikulum 2004 itu menuntut banyak pemenuhan persyaratan yang kalau dilaksanakan sepenuhnya relatif akan menuntut pemerintah supaya mengeluarkan biaya yang sangat banyak. Sekolah-sekolah pinggiran dan terluar wilayah Indonesia dan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat hingga saat ini masih sangat kesulitan apabila Kurikulum 2004 itu dilaksanakan secara merata. (lebih…)

15 April 2014 at 16.59 Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama